Mau Tahu Diet Aman Menurunkan Berat Badan Ibu Melahirkan? Ini 5 Tipsnya!

Halo Ibu,

Sedang sibuk apa nih hari ini? 🙂

Tahu tidak sih, setelah melahirkan, seorang Ibu sebagian besar mengalami kenaikan berat badan yang cukup ekstrim. Lemak menumpuk di sekitar perut, pinggang, paha dan lengan. Kok bisa? Iya karena sebagai penyangga kehamilan yang membesar setiap bulan.

Saya, sewaktu hamil dulu, berat badan sempat naik hingga 20 kilogram. Dari sebelum hamil 40 kg menjadi 65 kg. Berasa jadi raksasa hehehe…

Karena berat badan naik drastis, badan jadi sedemikian melar. Setelah melahirkan, dari berat badan 65 kg menuju ke normal, banyak banget stretch mark dan gelambir di sekitar paha dan maaf, pantat.

Gelambir dan stretch mark yang muncul tentu sangat mengganggu dan membuat tidak percaya diri. Tak jarang hal ini membuat ibu-ibu setelah melahirkan merasa insecure. Lebih pede memakai daster daripada rok atau celana pendek. Betul tidak?

Buat Ibu yang masih bingung bagaimana cara menurunkan berat badan setelah melahirkan, yuk baca terus artikel ini sampai selesai ya.

Diet menurunkan berat badan dengan aman setelah melahirkan adalah hal yang cukup penting! Bukan hanya untuk menjaga penampilan dan langsing saja, lho. Menerapkan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan dan menambah aktivitas fisik mampu membuat ibu yang baru melahirkan lebih kuat, sehat, bugar dan bahagia tentunya. Bahkan ada yang bisa menurunkan berat badan hingga 5kg dalam waktu 3 bulan hanya dengan melakukan aktivitas olah raga sederhana di rumah.

Ada banyak jenis olahraga yang aman bahkan bisa kita lakukan dari rumah. Kita bisa coba jogging, jalan kaki sambil mendorong si kecil di stroller, yoga, pilates, cardio dancing, berenang atau yang lain. Olah raga sederhana dan gerakan-gerakan fisik bersama si kecil seperti sit up atau squat juga sangat bermanfaat. Selain menguatkan otot, bonusnya adalah menambah bonding dengan anak. Seru, kan?

Nah, untuk mengetahui bagaimana cara untuk diet aman setelah melahirkan, tidak ada salahnya Ibu mengikuti tips di bawah ini.

Dengan mengikuti tips dan cara diet aman setelah melahirkan, selain badan lebih sehat, proses menyusui tidak terganggu, juga dapat bonus yang paling oke buat Ibu nih, badan yang fit dan langsing!

Makan Teratur dan Porsi yang Pas

Mengatur pola makan dan porsi yang benar akan membantu Ibu lebih sehat sekaligus dapat menurunkan berat badan. Hitung berapa kebutuhan kalori harian, lalu bagi jumlah kalori tersebut menjadi 3 atau 6 waktu. Saat ini banyak aplikasi penghitung kebutuhan kalori. Jangan khwatir.

Misalnya kalori harian Ibu adalah 1600 kalori, kita bisa membaginya seperti berikut, yakni saat sarapan menghabiskan 200 kalori, makan siang 400 kalori, makan malam 400 kalori dengan total 1000 kalori. Nah, sisa 600 kalori dapat Ibu manfaatkan untuk makan di sela waktu makan antara sarapan dan makan siang, plus di sela waktu makan siang dan makan malam.

Ingat! Jumlah kalori setiap orang berbeda, tergantung pada usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan saat itu dan aktivitas harian. Tambah pengetahuan kita tentang kalori dengan banyak membaca atau melihat video para influencer di youtube yaa…

Memilih Makanan Bergizi

Agar kalori harian terpenuhi dan Ibu tidak menderita rasa lapar, pilih makanan yang memiliki kalori rendah, hindari makanan terlalu berlemak atau mengandung gula berlebih. Untuk perbandingan saja, 100 gram kue nastar memiliki 373 kalori sementara nasi putih 100 gram hanya memiliki 129  kalori saja. Contoh lain adalah sebutir telur rebus utuh memiliki 77 kalori sementara jika Ibu hanya makan putih telurnya saja, Ibu hanya mengkonsumsi 17 kalori saja. Wow besar sekali perbedaannya ya!

Jadi, untuk memenuhi kebutuhan kalori, sebaiknya Ibu memakan makanan tinggi protein, hindari makanan berlemak atau junk food, perbanyak sayur dan buah yang memiliki kalori rendah. Jika Ibu mampu melakukan hal tersebut secara konsisten, pasti deh nanti akan merasakan perbedaan yang luar biasa.

Hal lain yang menarik ketika gizi dan nutrisi tubuh terpenuhi adalah kita tidak akan mudah merasa lapar atau merasa ingin ngemil lagi! 

Mau Ngemil? Tentu Saja Boleh, Asal ….

Siapa bilang diet tidak boleh ngemil? Istilah ngemil atau makan camilan saat diet adalah cheating. Kita tentu saja boleh melakukan cheating selama kalori harian masih tersedia.

Untuk menyiasati hal tersebut, kita bisa membuat cemilan sendiri dengan mempertimbangkan kalorinya, misal pisang rebus, ubi rebus, kentang yang digoreng menggunakan air fryer (tanpa minyak), dan masih banyak lagi resep cemilan rendah kalori yang bisa kita searching.

Saat ini banyak sekali fitness influencer yang tidak sekadar memberi tips olahraga saja. Mereka juga memberikan tips makan sehat dan resep cemilan rendah kalori. Never get bored!

Perbanyak Minum Air Putih

80% tubuh manusia terdiri atas cairan, minumlah air putih minimal 2 liter atau delapan gelas per hari. Air putih yang cukup akan membantu mempercepat dan memperbaiki metabolisme.

Air juga dapat membantu tubuh membakar lemak, mengurangi dehidrasi dan juga membuat tubuh tetap segar. Bagilah 8 gelas air tersebut dalam beberapa jeda waktu, pasanglah alarm jika belum terbiasa. 

Bukan Sekadar Apa Makanannya, Tetapi Bagaimana Cara Makannya!

Hal terpenting adalah bagaimana cara kita makan. Makan tergesa-gesa? Makan sambil menonton? Makan berdiri? Ini adalah beberapa contoh yang salah.

Cara yang salah ini juga tentu berpengaruh pada pencernaan. Maka, makanlah dengan tenang dan duduk bukan berdiri. Tentunya tanpa menonton agar bisa konsentrasi dan menikmati makanan yang disantap. Hal ini akan membuat kita lebih cepat merasa kenyang dan terhindar dari menambah porsi ke-2.

Kunyah makanan dengan pelan selama minimal 32 detik dan pastikan makanan benar-benar lumat sebelum ditelan. Jangan minum air terlalu banyak setelah makan karena akan memengaruhi metabolisme pencernan kita. Cara makan yang benar seperti ini sangat bermanfaat bagi pencernaan dan kesehatan kita.

Bagaimana?

Ibu sudah mempunyai gambaran apa saja yang akan dilakukan untuk mengurangi stretch mark dan lemak tubuh? 

Berikan komentar terbaik serta jangan lupa untuk share artikel ini ya!

30 thoughts on “Mau Tahu Diet Aman Menurunkan Berat Badan Ibu Melahirkan? Ini 5 Tipsnya!”

  1. Menghitung kalori yang masuk.
    Yup, setuju, tapi memang tidak mudah ya.
    Godaan aneka postingan makanan yang sering muncul di news feed teman, suka bikin ga fokus.

    Namun upaya mengurangi berat badan dengan menyesuaikan asupan.. adalah metode yang sangat relevan dilakukan untuk ibu pascamelahirkan.

  2. Aku dulu pas hamil naiknya antara 13-17 kg kalau ga salah sih. Udah lupa juga…Tapi abis melahirkan, pulang ke rumah, timbang, udah turun 7 kg aja tuh. Udahnya ya pe-er juga menurunkan berat badan.
    Soal stretch mark…hum…engga mempan diapa-apain euy…
    Engga bisa kayak artis-artis itu, pahanya bisa kenceng lagi…wkwkwk…

  3. Sejak melahirkan aku berusaha menerapkan pola makan sehat mba. Minimal sesuai anjuran pemerintah yg ISI PIRINGKU. Saat tertentu bisa turun, tapi sekarang udah balik melebar lagi karena belum konsisten. Nah, KONSISTEN ini yang sulit mba. Belum lagi biaya belanja yg bengkak banget kalau ngikuti pola makan sehat (kebutuhan sayur dan buah yg banyak banget)

  4. Kalau ngomongin soal tubuh pasca melahirkan, duh saya banget nih Mbak. Always melar dan susuah banget menurunkan berat badan. Alhamdulillah sudah beberapa bulan memperbanyak makan sayur dan buah, berusaha makan sehat dan olahraga. Hanya untuk menghitung kalori saya nggak paham. Terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini.

  5. Kayaknya cara makan saya masih salah. Saya biasanya habis makan otomatis minum. Minumnya pun campur-campur. Kadang coklat, kadang teh. Belakangan biasakan air putih sih. Tapi kalau lupa atau sambil mikir lain, minumnya ya itu lagi. Dan kadar airnya kayaknya terlalu banyak. Makasih infonya, Mbak Indri. Bdw, ngilangin stretch mark bagusnya gimana ya?

  6. Cara menurunkan berat badan paska melahirkan = menyusui 😂😂😂 anakku menyusu banyak banget. Makan aja kenyang udah heaven sekali. Karena anak nyusu mulu, emak gampang lapar

  7. Saya termasuk orang yang susah gemuk meskipun hamil, berat badan memang naik cukup signifikan, tetapi setelah melahirkan langsung deh kembali lagi turun. Palingan berusaha untuk mengencangkan kulit lagi karema kendor sehabis lahiran. Untuk makanan saya lebih suka memprbanyak buah dan sayur sama minum air putih yang bamyak. Makasih tipsnya ya mbak, sangat bermanfaat ini.

  8. Sama banget niih..
    Aku hamil, BB naik 20 kg.
    MashaAllah~
    Bayinya lahir, cuma berkurang bobot bayi plus kembarannya. Huuhu..
    Perlu banget sadar penuh hadir utuh menikmati makan yang dimakan dengan kunyahan yang benar.

  9. Betul mbak indri balik lagi ke mindfullness ya, kesadaran akan melakukan sesuatu. Kalau sudah menerapkan gizi seimbang dalam piring tapi kalau cara makannya salah juga harus segera dibenarkan, biar tidak menjadi kebiasaan. Kesadaran akan melakukan sesuatu itu ternyata juga tidak hanya dilakukan dalam hal makan saja, dalam melakukan sesuatu yang bisa dikatakan hiburan (scrolling hp) pun harus dilandasi dengan kesadaran juga. Kadang pun saya juga belum ter-settle kalau makan itu ya fokus makan saja jangan disambi yang lain, tapi ada saja yang membuat ditraksi, ya minta diajak main, mau ke kamar mandi, dll, karena anak-anak masih kecil, hahaha

  10. Abis lahiran anak kedua, BB saya susah balik ke awal sebelum hamil. Ya gapapa sih yang penting enggak over. Hanya perut nih yang maaih susah disingsetin, padahal juga ga banyak makan atau ngemil. Kalo kurang olahraga sepertinya memang iya.. 😀

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top