Traditional Asian Buildings Rooftops

Drama Korea favorit, Gak Bosan Nonton Ulang!

Di sela-sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, ibu para anabul, dan juga sebagai freelancer, drakor atau drama Korea menjadi salah satu “me time” buat saya.

Salah satu? Berarti ada lebih dari satu dong me time nya? Iyaa…kuliner dan jajan juga salah satu me time. Lalu window shopping juga salah satu me time meski sekarang jarang banget nge-mall karena gak ada temannya.

Mengapa suka drama Korea?

Dulu, sepuluh tahun yang lalu saya menonton drama Korea yang ditayangkan di televisi. Harus sabar menunggu episode selanjutnya tayang di beberapa hari ke depan.

Tapi sudah lama, sekitar 5 tahun lebih saya sudah tidak menonton televisi. Mengapa? Ya, menurut saya menonton televisi gak ada manfaatnya sih.

Tayangan seperti drama Korea yang saya sukai juga bisa ditonton dari Netflix ataupun Hotstar. Meskipun harus membayar biaya langganan setiap bulan, tidak masalah juga. Tidak ada iklan bertebaran dan kita bisa langsung menonton habis semua episode (kalau kuat 😊).

Lebih pilih drama Korea atau sinetron lokal? Ya pasti pilih drama Korea lah, ini alasan saya.

Episode singkat

Berbeda dengan drama lokal, drama Korea biasanya selesai di episode 16 atau bahkan kurang.

Tidak ada dramatisasi tidak perlu, dan juga tidak ada skenario yang tidak masuk akal.

Jalan cerita tidak bertele-tele

Meskipun banyak drama Korea yang mengangkat cerita romantis, tapi biasanya berjalan smooth. Tidak di paksakan hingga ratusan episode.

Jika memang banyak yang menantikan episode lanjutan, biasanya akan ada season 2 hingga 3, tidak lebih. Tokoh dan pemainnya pun berganti dan bertambah, sehingga cerita berkembang tanpa paksaan.

Pemainnya good looking

Ini nih yang bikin gak bisa berhenti nonton drakor. Semua pemain drakor memiliki aura dan penampilan yang enak dilihat. Begitu juga dengan attitude diluar scene. Rata-rata pada sopan.

Siapa sih yang bisa melupakan penampilan Hyun Bin yang tinggi ganteng, atau Lee Min Ho, atau Cha Eun Woo?

Apapun peran yang ditampilkan, good looking nya itu loh gak hilang. Bahkan jika babak belur karena peran bertarung. Make up nya terasa nyata, gak cemong cemong doang hahah…

Tema dan jalan cerita

Setiap bulan mungkin ada drakor baru yang tayang, tapi cerita dan temanya jarang ada yang sama. Para penulis drakor ini saya akui sangat kreatif dalam membuat alur dan tema cerita. Bahkan ada beberapa drakor yang menurut saya epic banget sih.

Genre favorit drama Korea

Thriller

Saya suka drakor yang bergenre crime misteri, kejahatan, dark, atau psikopat. Contohnya drakor Partner for Justice.

Romance

Suka drakor romance tapi yang enggak menye menye. Seperti Goblin, Alchemy of Souls, dan You’re Beautiful (lawas banget). Dali and Cocky Prince juga ringan dan bagus.

Sekedar untuk menonton drakor yang ringan tanpa harus memikirkan ending atau akhir cerita.

Horor

Suka banget drakor horor. Seperti Master’s Sun, Hotel Del Luna, Kingdom – yang ini belum nonton tapi dapat rekomendasi dari anak saya yang sudah nonton 2 season. Bagus banget katanya.

Saeguk

Drakor bertema kerajaan jaman dulu, sayang banget untuk dilewatkan. Apalagi jika terjadi intrik dan perseteruan dalam istana. Biasanya antara permaisuri dan selir gara-gara berebut tahta.

Meskipun terkadang background sejarahnya tidak beneran ada, tapi suka banget melihat Korea ala jaman dulu. Dari pakaian, riasan, hingga bangunan.

Beautiful Woman in a Traditional Dress

Drakor favorit saya

Alchemy of Souls

Drakor baru karena tayang di 2022-2023.

Pemainnya bagaikan sayur dan buah segar πŸ˜„ Ganteng-ganteng dan cantik-cantik. Apalagi pemain utama Hwang Min-Hyun, Lee Jae Wook, dan Go Yoon Jung.

Alchemy of Souls bercerita tentang mantra yang dilarang karena bisa bertukar tubuh dengan orang lain.

Ada 2 season dan kedua season sukses membuat saya menitikkan air mata saat menonton setiap episodenya.

Setelah melihat Lee Jae Wook di drama ini, saya kemudian menonton drakor lain yang dia bintangi berjudul Do Do Sol La La Sol dimana dia bermain bareng si cantik Go Ara.

Goblin

Judul aslinya Guardian: The Lonely and Great God.

Pemain utamanya adalah Gong Yoo dan Lee Dong Wook, dua oppa yang menolak tua. Bayangkan, usia sudah 40 tahun lebih tapi tetep kinclong gak ada kerutan sama sekali. Duh, jadi iri sama kedua oppa ini.

Alur ceritanya menarik dan membuat saya nangis bombay di penghujung episode. Diluar ekspektasi banget alur ceritanya, tapi menarik sangat.

Alur cerita yang kuat serta para pemain yang membangun karakternya dengan sangat apik membuat drakor Goblin ini layak ditonton lebih dari sekali.

Chessee in the trap

Adaptasi drakor dari webtoon. Saya melihat drakornya terlebih dahulu baru membaca webtoon nya.

Lebih menarik dan lebih gregetin yang webtoon. Ada beberapa penyesuaian di sana sini untuk drakornya. Tapi overall, bagus banget ceritanya.

Disini pertama kali saya melihat Kim Go Eun beraksi di drakor sebelum di Goblin.

Uncanny counter

Sudah ada 2 season nih drakor Uncanny Counter. Pertama kali melihat drakor ini kirain drakor romantis, ehhhh ternyata penuh dengan adegan jotos jotosan πŸ˜ƒ

Tapi suka banget karena episodenya runut dan season satu endingnya bagus. Otw mau nonton yang season dua nih.

Under Queen’s Umbrella

Drakor bergenre saeguk ini juga mempunyai jalan cerita yang bagus. Ditambah, seorang pangeran yang mempunyai kepribadian seksual yang menyimpang. Yang pada jaman tersebut, jika ketahuan, pasti akan langsung di hukum mati.

Suka dengan drakor ini karena memiliki ending yang oke banget.

Partner for justice

Drakor lawas yang tayang di tahun 2018 alias 5 tahun yang lalu. Dari drakor Partner For Justice ini saya belajar tentang forensik dan otopsi.

Saat-saat yang menegangkan sekaligus satisfying adalah saat dokter Baek Bom melakukan otopsi dengan membedah mayat. Beneran diperlihatkan bagaimana membuka rongga dada, dokumentasi yang dilakukan dengan berbagai angle foto dan juga catatan.

Organ dalam yang dikeluarkan untuk ditimbang. Jika mencurigai organ tidak senormal biasanya entah dari tampilan maupun berat, maka dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebabnya.

 “Nothing is certain in our future. Except for a fact that we will all die, one day.”

Baek Bom

Salah satu kalimat yang saya dengar dari drakor ini (semoga tidak salah) – “Mayat tidak bisa berbohong.”

Apa yang jenazah tersebut lalui hingga detik akhir napas kehidupannya, bisa diketahui dari keadaan mayat tersebut saat di otopsi.

Banyak kejahatan yang terungkap dan pelaku kejahatan yang tertangkap dengan adanya otopsi yang dilakukan dokter Baek Bom.

Drakor keren sih ini, jempol 10 ☺️

Akhir kata

Jadi penasaran nih, apakah teman-teman penyuka drakor dengan genre yang sama dengan saya atau malah beda banget?

Boleh dong share di kolom komentar…

Similar Posts

2 Comments

  1. Kalau nonton drama bergenre horor malah terhitung juarang banget, daripada kepikiran setelah nonton mbak hahaha
    Seringnya nyari tontonan yang drama komedi, romance gitu, pokoknya yang ringan ceritanya.
    Seperti full house yang nggak bisa dilupakan karena saat itu drama ini termasuk “legend”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *