Belajar Menjadi Keluarga Milenial Hebat Bersama Popmama Parenting Academy 2021

Milenial Menikah di Usia Muda

generasi milenial

23 tahun, mungkin banyak orang (termasuk saya) yang menilai bahwa usia tersebut adalah usia yang masih terlalu muda untuk menikah.

Usia saya dan adik kedua ini terpaut 17 tahun. Ya, dia lahir saat saya sudah berkuliah. Oleh sebab itu, dia selalu menjadi anak kecil di mata kakaknya ini.

Perbedaan tempat tinggal yang sangat jauh, saya di Kalimantan dan keluarga ada di Jawa, membuat saya merasa belum banyak mengajari dia banyak hal, apalagi tentang urusan pria dan wanita terutama tentang pernikahan.

Sempat kaget dan wondering, what happen? Is she pregnant? Mengapa keburu menikah?

Di usia saya yang sudah kepala empat ini, umur 23 tahun adalah saat seseorang (perempuan) sedang unyu-unyunya, masih suka shopping dan jalan-jalan, hangout bareng teman, berteman dengan banyak orang, travelling dan mencoba berbagai hal yang menarik minat dan hobi.

Tapi mungkin anak muda milenial saat ini sudah berbeda pandangan dengan generasi X di masa saya.

“Generasi milenial mempunyai kecenderungan percaya diri dan keingintahuan yang tinggi, mungkin itu sebabnya dia ingin segera menikah” pikir saya berusaha mendamaikan pikiran.

Saya agak sedikit menyesali keputusan adik yang meminta ijin menikah tahun lalu, saat usianya baru saja menginjak 23 tahun.

“Duh, tahu apa kamu tentang menikah dan berkeluarga, apalagi kalau sudah mempunyai anak. Tahu apa kamu kalau anak sakit, harus bayar SPP, beli mainan dan jajan.” Saya hanya mampu berbicara sendiri dalam hati.

“Bukankah lebih baik sendiri dan single dulu dan tidak usah keburu menikah? Sementara dia sudah punya pekerjaan yang bagus hingga bisa membangun rumah sendiri. Padahal dia sendiri yang bilang kalau peraturan di tempat kerjanya tidak memperbolehkan staff nya hamil.” Duh pusing saya waktu itu tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Tapi ya sudahlah ya, dia sudah dewasa, sudah bekerja meskipun nantinya harus resign, dan terutama, dia berhak menentukan jalan hidupnya sendiri.

Setiap orang bebas menentukan jalan hidupnya sendiri, dan saya akhirnya menghargai keputusannya untuk menikah.

teori perbedaan generasi

Menurut Yoris Sebastian dalam bukunya Generasi Langgas Millennials Indonesia, ada beberapa keunggulan dari generasi milenial, yaitu ingin serba cepat, mudah berpindah pekerjaan dalam waktu singkat, kreatif, dinamis, melek teknologi, dekat dengan media sosial.

Dalam aspek bekerja, Gallup (2016) menyatakan para milenials dalam bekerja memiliki karakteristik yang jauh berbeda dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, diantaranya adalah;

  1. Para milenials bekerja bukan hanya sekedar untuk menerima gaji, tetapi juga untuk mengejar tujuan (sesuatu yang sudah dicita-citakan sebelumnya).
  2. Milenials tidak terlalu mengejar kepuasan kerja, namun yang lebih milenials inginkan adalah kemungkinan berkembangnya diri mereka di dalam pekerjaan tersebut (mempelajari hal baru, skill baru, sudut padang baru, mengenal lebih banyak orang, mengambil kesempatan untuk berkembang, dan sebagainya).
  3. Milenials tidak menginginkan atasan yang suka memerintah dan mengontrol.
  4. Milenials tidak menginginkan review tahunan, milenials menginginkan on going conversation.
  5. Milenials tidak terpikir untuk memperbaiki kekuranganya, milenials lebih berpikir untuk mengembangkan kelebihannya.
  6. Bagi milenials, pekerjaan bukan hanya sekedar bekerja namun bekerja adalah bagian dari hidup mereka.

Menjadi Orangtua Tidak Ada Sekolahnya

buku tentang pernikahan

Tahu sendiri kan ya, generasi X seusia saya, 15 tahun yang lalu saat menikah, tidaklah sama dengan milenial yang menikah sekarang ini.

Dulu, menikah ya menikah. Bagaimana cara merawat pernikahan, mencari tahu sendiri dari buku-buku tentang pernikahan, dan buku psikologi.

Di salah satu buku yang saya beli ada kalimat yang saya ingat hingga sekarang. Karena unik dan benar adanya.

Menjadi seorang tukang ledeng harus mempunyai sertifikat. Sementara untuk menikah dan menjadi suami, istri atau orangtua, tidak ada sekolah dan sertifikat kelulusannya.

Gary Smalley

Bisa dibayangkan mengapa terjadi begitu banyak pernikahan yang berujung dengan perceraian, orangtua yang tidak tahu bagaimana cara mendidik anak yang benar dan baik, dan juga mengapa banyak laki-laki yang tidak bisa berperan maksimal sebagai seorang suami dan ayah untuk keluarganya.

Orangtua Milenial Harus Lebih Cerdas

Karena generasi milenial adalah ganerasi yang lebih paham dan fasih di dunia digital dan sosial media, mereka diharapkan akan bisa lebih cerdas mencari tahu bagaimana menjadi orangtua yang baik dari berbagai sumber.

Banyak sumber bacaan dan berita serta sosial media yang membahas tentang parenting dan keluarga.

Tapi belum ada yang lengkap dan mempunyai kurikulum pembelajaran seperti di Popmama.com

Popmama.com adalah one stop solution untuk keluarga milenial yang ingin belajar tentang parenting, lifestyle dan online shopping.

Popmama Parenting Academy 2021

Penelitian internal yang dilakukan Popmama.com, tahap parenting dapat dibagi menjadi 4: expecting parents, parents with baby, parents with toddler, dan parents with big kids.

Para milenial yang sudah mulai berkeluarga tentu akan menemukan tantangan di setiap tahap tersebut. 

Popmama.com memahami hal ini dan ingin membantu para keluarga milenial dalam menghadapi tantangan tersebut melalui Popmama Parenting Academy.

Kurikulum Popmama Parenting Academy 2021

Kita bisa memilih kurikulum di Popmama Parenting Academy sesuai dengan apa yang ingin kita pelajari, diantaranya:

Pregnancy

Kategori tentang pregnancy atau kehamilan terdiri dari: Getting Pregnant, First Trimester, Second Trimester, Third Trimester, dan Birth.

Di kategori Pregnancy ini, kita bisa membaca berbagai artikel tentang kehamilan, nutrisi saat hamil, penyakit saat hamil, perkembangan janin, resep makanan sehat untuk ibu hamil, dan perkiraaan biaya melahirkan.

Baby

Kategori Baby terdiri dari: Baby 0-6 months dan Baby 7-12 months.

Di kategori Baby kita bisa membaca dan mempelajari tentang MPASI, resep MPASI, ASI, dan berbagai penyakit pada bayi.

Kid

Kid usia 1-3 tahun dan Kid usia 4-5 tahun.

Di kategori ini kita bisa membaca dan mempelajari tentang perkembangan anak, tumbuh kembang anak, dan fashion anak.

Big Kid

Terdiri dari kategori anak usia 6-9 tahun dan 10-12 tahun.

Life

Terdiri dari kategori Relationship, Health and Lifestyle, Home and Living, Fashion and Beauty.

Kesimpulan

Dengan prosentasi populasi generasi milenial lebih banyak dibandingkan generasi non-produktif, ditambah dengan adanya pembelajaran online tentang bagaimana menjadi orangtua dan keluarga yang baik dari Popmama Parenting Academy 2021, diharapkan bisa meningkatkan kualitas generasi Indonesia berikutnya.

Ikuti Popmama Parenting Academy 2021 dan dapatkan berbagai jawaban tentang keluarga dan bagaimana menjadi orangtua yang lebih baik lagi.

Psstttt ternyata adik saya tidak pregnant duluan, murni memang ingin menikah.

Keponakan ganteng saya ini lahit di bulan September 2021 lalu. Sehat-sehat dan bahagia selalu ya keponakanku….

Note:

Infografis dibuat menggunakan Canva Pro. Coba gratis Canva Pro 30 hari, klik link tautan atau image di bawah ini.

Get 30 days of Canva Pro for Free

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest