10 Tips Repurpose Konten Blog

10 Tips Repurpose Konten Blog

Membuat konten yang luar biasa dan viral sudah pasti menjadi tolok ukur kesuksesan dari sebuah blog.

Tanpa konten yang bagus, tema blog yang SEO friendly, kita akan sulit meningkatkan Domain Authority blog, susah untuk bisa dikenal di berbagai platform sosial media (personal branding), dan susah juga kalau mau menjadikan blog sebagai sumber penghasilan.

Mengapa blogger harus repurpose konten? Bagaimana caranya repurpose konten? Apa sih repurpose konten itu?

Repurpose adalah ketika kita mengambil satu bagian dari konten dan menggunakannya untuk membuat konten lain dengan format berbeda untuk media yang lain.

Contoh: dari artikel blog yang berbentuk tulisan, di repurpose menjadi bentuk infografis dan kemudian di bagikan ke sosial media.

Atau dari artikel blog, kita ubah menjadi bentuk video dan kemudian di upload ke YouTube.

Daripada menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan konten baru, kita bisa repurpose setiap postingan blog hingga menjadi setidaknya 10 konten baru yang berbeda.

Memang bisa satu artikel blog di repurpose menjadi 10 konten baru? Iya, bisa. Asalkan konten artikelnya in-depth dan atau berbentuk “how to.”

Baca juga: Cara Mudah Mendapatkan Ide Konten Blog

Tahu gak? Repurpose konten juga bisa membantu kita membangun personal branding sebagai blogger.

Konten yang di repurpose bisa menjangkau lebih banyak audiens yang berbeda. Manfaatnya? Tentu saja bisa menambah dan meningkatkan traffic pengunjug blog dan meningkatkan otoritas blog.

Ada banyak sekali cara untuk repurpose konten.

cara mudah repurpose konten

Baca artikel ini untuk mengetahui bagaimana cara untuk

Membuat lebih banyak konten untuk sosial media menggunakan postingan blog yang sudah ada.

Repurpose konten ke dalam bentuk video dan audio (dan alasan mengapa).

Mengubah konten gratis menjadi konten berbayar.

Repurpose konten lama Menjadi fresh konten.

Mari kita mulai !

Jika kita menulis satu konten blog, pertimbangkan untuk repurpose konten ke dalam salah satu format dibawah ini yaa.

Ini adalah 10 tips dan cara untuk repurpose konten, supaya bisa menjangkau lebih banyak audiens.

10 Tips & cara repurpose konten untuk blogger

Facebook Live

Banyak orang yang tidak pernah mengadakan sesi Facebook Live karena mereka memiliki 1 pertanyaan yang sama : “Saya mau ngomongin tentang apa?

Jawabannya mudah: gunakan salah satu konten blog sebagai pondasi tentang apa yang akan Anda bicarakan di Facebook live.

Sebagai contoh postingan blog ini, bisa di repurpose ke sebuah sesi Facebook Live dan membicarakan tentang bagaimana cara repurpose sebuah konten.

Seperti isi tulisan ini, tapi dikemas seperti sebuah obrolan dan tidak terdengar seperti “sekedar membaca tulisan.”

Bahkan jika tulisan yang kita buat in-depth, full added value dan “berdaging”, kita bisa membagi satu konten artikel menjadi beberapa sesi FB Live. Kita bisa menjadwalkan FB Live setiap minggu atau tergantung jadwal. Sangat berguna untuk branding bukan? Tapi apakah tidak terlalu terkesan seperti sedang “mengulang hal yang sama” jika membuat Facebook Live dengan topik yang sama dengan di blog?

Jawabannya TIDAK!

Orang cenderung menerima dengan senang hati tambahan informasi apapun tentang topik yang mereka sukai.

Beberapa diantara mereka ada yang lebih menyukai format video daripada format tertulis. So, pasti akan ada orang yang lebih nyaman untuk memproses informasi melalui Facebook Live daripada membaca artikel.

Begitupun sebaliknya.

Selain itu, dengan Facebook Live kita bisa mengadakan tanya jawab secara langsung dengan audiens tentang topik konten yang kita bahas.

Mudahnya, postingan blog adalah handout tertulis tentang materi yang akan disampaikan secara langsung di Facebook Live.

Instagram

Mungkin selama ini kita berpikir jika Instagram hanyalah platform untuk membagikan foto-foto cantik dan keren.

Baca juga: Hal yang harus dilakukan saat engagement Instagram rendah

Pikirkan lagi.

Memang benar Instagram adalah platform yang paling sesuai untuk membagikan foto. Tapi Instagram juga bisa menjadi tempat untuk membagikan konten artikel dengan format yang lebih padat.

Seperti format Instagram feed, Instagram Reels, maupun Instagram Story.

Baca juga: Cara Menambah Follower Instagram Menggunakan Planoly

Jadi, sekarang gunakan Instagram untuk repurpose semua konten artikel blog.

Beberapa ide repurpose adalah “how to” atau bagaimana cara, tips, panduan, rutinitas, dll.

Ini adalah akun Instagram saya sebagai contoh https://www.instagram.com/indriyasw/

Webinar

Webinar merupakan salah satu cara supaya orang mau membayar untuk konten yang Anda bagikan. Salah satu cara menambah income dari blog adalah mengadakan webinar berbayar.

Jika Anda berencana merepurpose salah satu postingan blog menjadi sebuah webinar, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini

  • Buat outline dari postingan blog yang akan dijadikan webinar.
  • Outline tersebut haruslah memasukkan poin-poin penting dari blog dan juga poin-poin penting lain sebagai pelengkap.
  • Jelaskan setiap poin dengan mendetail dengan menggunakan slides per masing-masing poin.
  • Masukkan perkenalan di awal dan juga promosi di akhir webinar.

Berbekal outline diatas, buat slide yang menarik untuk webinar. 25 halaman slide bisa menghabiskan waktu presentasi sekitar 1 jam.

Contoh workshop dan webinar yang pernah saya buat adalah How To Become a Virtual Assistant.

Kursus Online Berbayar

Kursus online adalah tiket emas para blogger!

Kita juga bisa repurpose beberapa konten gratis menjadi kursus online berbayar. 

Mungkin ada yang bertanya-tanya: Masa sih? Mana ada orang yang mau bayar untuk sesuatu yang mereka bisa dapatkan gratis?

Ada beberapa alasan, salah satu alasan yang utama adalah karena informasi yang ada di blog dan dapat di akses secara gratis bukanlah informasi yang lengkap dan komplit.

Faktanya, konten gratis di blog hanya berisi sekitar 10-20% dari keseluruhan informasi yang diperlukan audiens untuk meraih tujuan mereka.

10-20% tersebut harusnya bisa memberikan sedikit kontribusi untuk para audiens meraih tujuan mereka.

Sedangkan sisanya yang 80%, hanya bisa didapatkan dari kursus online berbayar dan kursus ini harus memiliki informasi yang akan membantu mereka dalam meraih tujuan utama mereka dengan lebih cepat.

Jika berencana meluncurkan kursus online berbayar, saya punya saran khusus nih.

Sebaiknya, minimal empat minggu sebelum launching kursus online, buat dan bagikan konten blog yang berhubungan dengan kursus online setiap minggunya.

Dengan metode ini, bukan hanya kita bisa repurpose konten, kita juga bisa mulai membangun antusiasme audiens dan authority blog untuk kursus online yang akan datang. 

Jika Anda adalah seorang blogger dan ingin me-monetize blog, maka kursus online berbayar adalah cara nomor 1 yang saya rekomendasikan.

Blog dan kursus online saling melengkapi satu sama lainnya. Anda bisa membagikan postingan yang berguna dan informatif lewat blog dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah kursus online.

Postingan Facebook

Facebook sekarang menjadi tempat yang lebih dari sekedar curhat pribadi di status.

Banyak yang menggunakan Facebook untuk mempromosikan bisnis mereka. Beberapa hal yang bisa digunakan untuk mempromosikan bisnis melalui Facebook adalah:

  • Grup Facebook 
  • Iklan
  • Video
  • Postingan yang informatif

Seringnya kita hanya menggunakan Facebook untuk membagikan link ke blog kita atau ke Facebook Page kita dan kemudian kita kecewa dan bertanya-tanya kenapa hanya ada 3 orang yang melihat postingan Facebook Page kita.

Apakah hal ini sering terjadi? Alasan utama kenapa link sepi dibuka atau dibaca adalah karena audiens Facebook biasanya mencari konten yang informatif dan berguna untuk mereka.

Mereka ingin mendapatkan informasi tanpa harus meninggalkan halaman atau aplikasi Facebook. Oleh karena itu, sebaiknya buat konten yang tidak membutuhkan link keluar dari Facebook agar pembaca mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara langsung. 

Berikut adalah beberapa cara untuk repurpose konten Anda menjadi sebuah postingan Facebook yang akan mendapatkan banyak “like” serta dibagikan oleh audiens:

Buat poin utama postingan blog menjadi postingan yang berbobot dan bagikan ke Grup Facebook.

Biasanya grup-grup di Facebook tidak mengijinkan membernya untuk berpromosi, jadi jangan masukkan link ke dalam postingan Facebook di grup orang.

Tujuan utama konten blog adalah untuk berbagi informasi yang berharga, menginspirasi sesama dan juga menjadi “someone” yang dikenal di niche blog Anda.

Tujuan ini bisa tercapai dengan cara membagikan konten yang berkualitas ke beberapa grup Facebook secara konsisten.

Saran saya, pastikan profil personal Facebook Anda terhubung dengan Facebook Page dan blog.

Jadi, ketika orang melihat postingan yang menarik di Facebook, mereka bisa melihat dan mengunjungi Facebook Page Anda dan membaca postingan yang lain.

Anda juga bisa membagikan link artikel blog di Facebook Page secara konsisten dan menambahkan form subscribe di Facebook Page agar audiens bisa langsung subscribe blog dengan mudah. 

Repurpose konten blog menjadi sebuah post di Facebook Page.

Anda juga bisa repurpose konten blog menjadi sebuah postingan di Facebook, tanpa harus menyertakan link blog.

Tulislah sebuah paragraf yang agak panjang mengenai poin penting salah satu postingan blog.

Ini bisa menjadi salah satu cara yang cukup ampuh untuk membangun interaksi audiens dan juga interaksi di Facebook Page yang kita punya.

Jangan terlalu fokus ke ”traffic” blog sehingga membuat kita lupa untuk berinteraksi secara online.

Traffic memang penting, jika bisa didukung oleh traffic lain yang bersumber dari sosial media, bukankah lebih bagus?

Twitter

Dengan Twitter, Anda bisa repurpose konten blog menjadi beberapa tweets.

Bagikan dalam beberapa hari yang berbeda.

Buatlah tweets tentang salah satu tips atau quote yang ada di postingan blog. Jangan lupa untuk menambahkan link ke blog atau artikel. 

Tiktok

Anda bisa memadukan antara kehidupan pribadi (behind the scene) dengan beberapa tips atau saran untuk audiens.

Jadi disini Anda bisa mengambil poin utama dari postingan blog dan kemudian membaginya menjadi satu tips setiap hari.

Ingat bahwa Tiktok tidak mendukung video dan postingan yang berdurasi panjang, kita harus membagi konten menjadi porsi kecil dan bisa dipahami audiens dengan durasi kurang dari 1 menit.

Follow my Tiktok boleh ya 🙂

Podcast

Salah satu ide repurpose yang bisa Anda pertimbangkan adalah Podcast atau fitur audio.

Seperti yang disebutkan diatas, ada beberapa orang yang suka membaca konten tertulis, tapi ada juga yang lebih menikmati konten video atau audio.

Dengan menggunakan lebih banyak media, kita bisa menambah jumlah audiens yang potensial.

Menambahkan audio kedalam blog tidak akan sulit dan tidak membutuhkan banyak waktu.

Anda bisa mulai dengan memilih konten yang sekiranya cocok untuk dibuat konten audio.

Kemudian buat outline tentang poin-poin penting yang akan disampaikan. Setelah itu mulai merekam dan membicarakan tentang poin-poin dan outline tersebut.

Mailing list / Newsletter 

Anda mempunyai subscriber atau mailing list?

Apakah Anda sering kehabisan ide dan tidak tahu apa yang harus dikirim ke mailing list?

Repurpose bisa menjadi salah satu jawaban.

Yang harus diingat adalah, hanya karena mereka menjadi subscriber, tidak berarti mereka membaca SETIAP KONTEN yang Anda tulis di blog, setiap video yang Anda bagikan ataupun mendengarkan setiap podcast yang Anda rekam.

Setiap orang memiliki platform kesukaan yang berbeda.

Inilah mengapa repurpose memegang peranan yang sangat penting. Anda akan kehilangan banyak audiens jika hanya menggunakan satu platform saja. 

Anda mungkin merasa skeptis untuk membagikan konten yang sama melalui email.

Padahal pada kenyataannya Anda akan sangat membantu subscriber dengan membagikan konten tersebut ke platform yang mereka sukai, yaitu email.

Kalau biasanya Anda menulis hingga 3000 kata di blog, Anda harus membuatnya lebih singkat untuk konten email.

Isi email haruslah informatif tapi lebih pendek dan lebih mudah dicerna.

Anda bisa memilih beberapa poin penting dan padatkan informasi penting tersebut agar mudah dipahami oleh para subscriber.

Anda juga bisa menggunakan email newsletter untuk mengarahkan subscriber mengunjungi blog.

Alih-alih langsung membagikan link menuju blog, Anda bisa menyisipkan beberapa paragraf pendek yang membicarakan poin penting tentang topik di link tersebut. Buat subscriber merasa penasaran dan memiliki keinginan untuk membaca lebih lanjut dan meng-klik link.

YouTube

Cara mengubah konten blog menjadi sebuah video YouTube hampir mirip dengan cara yang digunakan untuk mengubahnya menjadi podcast.

Yang perlu disiapkan hanyalah poin penting yang akan Anda sampaikan, tripod, pencahayaan alami dan Anda akan siap merekam menggunakan smartphone. Sederhana bukan?

Atau jika Anda memiliki peralatan yang mendukung, bisa menggunakan kamera profesional, pencahayaan, mic dan juga teleprompter.

Jika Anda menggunakan teleprompter, Anda bisa menggunakan konten yang sama persis tertulis di blog, hanya cukup mengganti beberapa kata-kata agar terdengar lebih natural ketika diucapkan.

Ingat, orang-orang yang melihat konten YouTube Anda, kemungkinan besar adalah orang-orang yang belum pernah membaca blog Anda loh.

Jadi jangan takut kalau terdengar seperti pengulangan dari konten blog.

Dan jika mereka adalah pembaca sekaligus penikmat video kita, maka pada akhirnya mereka akan tetap mendapatkan informasi yang berharga melalui media yang berbeda.

Yuk subscribe YouTube channel Indri Ariadna untuk mendapatkan konten-konten bermanfaat tentang blogging & freelancing.

Mau mulai repurpose konten blog?

Berikut beberapa saran untuk memudahkan proses repurpose

Pilih postingan blog yang paling banyak mendapatkan komentar

Gunakan spreadsheet untuk merangkum atau memilah quotedan tips yang akan dibuat.

Buat kolom untuk setiap platform yang akan digunakan untuk membagikan hasil repurpose konten. Isi kolom dengan konten/quote/tips/how to yang akan dibagikan.

gunakan aplikasi

Untuk mempermudah dan membantu menjadwalkan konten, kita bisa menggunakan Later, Buffer, Canva Content Planner atau Creator Studio. 

Mungkin Anda akan membutuhkan lebih dari 30 menit hingga 1 jam untuk setiap postingan blog. Tapi worth it banget karena kita akan mendapatkan lebih banyak audiens melalui konten-konten yang nantinya dibagikan di media yang berbeda. 

Untuk membuat repurpose konten, Anda bisa menggunakan Canva. Hanya gunakan Canva yang legal dan original ya….

Buat Anda yang ingin menjadwalkan repurpose konten melalui Canva, bisa banget! Fitur content planner Canva ini hanya bisa digunakan oleh pengguna Canva Pro.

Semoga bermanfaat, apabila ada yang ingin ditanyakan, silakan bertanya melalui kolom komentar.

91 thoughts on “10 Tips Repurpose Konten Blog”

  1. Lho mbak indri punya blog baru ya. Keren.

    Oya repurpose ini lebih ke konten blog ya. Kukira tadi repurpose blog as a whole, karena kebetulan lagi repurposing blogku.

    Tapi, info ini tetep penting buat aku. Mungkin konten-konten lama saya bisa saya bolak-balik jadi konten baru. Makasih ya mbak.

    Reply
  2. Wah dapat insight baru nih, semoga waktu yang saya miliki setiap hari juga bertambah. Pengen banget repurpose konten di IG dan punya second IG yang khusus niche blog yang sedang saya garap ini. Begitu juga ngembangin artikel lama dalam beberapa artikel lain supaya makin deep dan bisa bangun internal link lebih kuat. Thanks inspirasinya, Mbak…

    Reply
  3. lebih seru kali ya ini kalau repurpose konten blog kita, orang jadi lebih mengenal kita punya nilai tambah lebih lagi dong ya jika kita bisa menceritakan kembali apa yang kita sudah pernah tulis ke flatform lainnya.
    jadi bisa lebih detail apalagi jika orang-orang yang memang lebih suka audio ketimbang membaca 😀

    Reply
  4. Keren! Saya memang pernah kepikiran seperti ini sih, selintas. Mau dijadikan konten video. Tapi aduh masih saja ada alasan untuk bilang nanti. Harus menunggu suasana sepi dulu karena tetangga berisik sekali.
    Kalau dijadikan tulisan di plaform lain, malah ga kepikiran.

    Reply
  5. Wah, ilmu baru nih buat saya, Kak. Sebagai pendatang baru di dunia blogging wajib saya coba nih tipsnya Kak. Apalagi saya type orang yang tidak begitu aktif di media sosial, cenderung menikmati hidup secara langsung. Hehee

    Reply
  6. Ilmu baru buat saya yang masih baru mulai blogging. Terima kasih ya, mbak. Ternyata menjadi blogger juga perlu aktif di sosial media, ya, mbak, untuk menambah eksistensi. Repurpose adalah salah satu cara jitu untuk terus punya konten sosmed.

    Reply
  7. Ah makasih banget ilmunya Mbaak. Saya udah lama sebenernya pengen bikin konten blog tapi di platform lain. Tapi kalo youtube nggak PD, IG juga nggak rajin ngedesain2 gitu. Wkwk, banyak alasan amat yak. Nanti saya coba podcast deh sekalian belajar public speaking. Hihi..

    Reply
  8. Ide yg menarik banget mba.
    Kok ngga terpikirkan sama sekali oleh dirikuuu
    nah, klo bisa di-repurpose kan jadinya konten2 bisa ketemu audiens yg tepat sasaran di masing2 platform yak

    Reply
  9. Thanks Mbak ilmu baru nih buat saya, sebenarnya saya sudah kepikiran mau aktif di media sosial gitu tapi tahu-tahu kelupaan lagi, nunggu besok trus lupa lagi. Memang butuh semangat nih

    Reply
  10. saya pikir tadi repurpose maksudnya artikel lama diolah artikel lagi. ternyata dibikin dalam format konten lain yaa. benar juga sih sekarang kita bisa memanfaatkan sosmed lain buat sharing tulisan di blog kita yaa.

    Reply
  11. Oh istilahnya repurpose ya? Baru tahu
    Hihi … Selama ini saya suka buka tulisan lama lalu memperbaruinya di blog sendiri maupun di akun sosmed. Intinya update sih ya, hihi…

    Reply
  12. Wah makasih banyak mba info2nya keren dan buatku sangat bermanfaat. Jadi mupeng nih repurpose artikel di blog dijadikan konten baru dan diposting di medsos. Wuah idenya cemerlang nih mba. Banget….

    Reply
  13. Aku pikir awalnya, repurpose ini semacam memperbaiki artikel-artikel lama agar tetap layak dibaca masa kini dan google tetap meng-crawl artikel lama tersebut.

    Ternyata berbeda.
    Dan kini aku jadi paham pentingnya repurpose konten dan menjadikannya konten di platform lain yang sesuai dengan audience,

    Reply
  14. Aku pengen nyoba Repurpose konten blog lama ni mbak, untuk instagram. biar konten lama bisa naik lagi. Tetapi sekarang belum bisa karena masih ada bayi.

    Reply
  15. Wah ide repurpose ini emang keren ya kk, apalagi untuk blogger yang rajin banget update konten pasti punya banyak konten yang udah jd pilar dan viral. Bakal disimpen nih materinya, utk belajar repurpose beberapa konten yang hits

    Reply
  16. Ada banyak cara dan banyak jalan, yang menjadi poin pentingnya adalah apakah kita mau dan siap menjalankannya… kalau poinku ada di itu

    Reply
  17. Bermanfaat sekali, nih mba kiat2 repurpose blog nya, sedikit demi sedikit coba dipraktekin, terkadang sebagai newbie, blm PD…🤭 Sdh beberapa kali coba dibagikan di fb dan ig. Thankyou for sharing, mba

    Reply
  18. Konten blog bisa di-repurpose ke berbagai platform yang sebagian besar juga kita miliki akunnya
    Cara jitu untuk menguatkan personal branding pun menarik trafik.
    Ulasan yang sangat menginspirasi Mbak…Idenya keren, dan bisa diikuti:)
    Terima kasih

    Reply
  19. Canva content planer ya, Hemm… saya baru tahu. Padahal saya sudah pakai canva premium juga.
    Ingin juga mencoba share lagi artikel di blog melalui semua sosial media yang dimiliki…

    Reply
  20. Wah, baru paham konsep repurpose konten ini.. Ternyata penting yang untuk kita memanfaatkan konten dari blog dan diolah ulang melalui media sosial lainnya. Makasi idenya Mbak, auto buat plan nih saya, harus ngapain aja dalam waktu dekat hehehe

    Reply
  21. Sedikit2 aku juga sedang pakai yg newsletter itu, alhamdulillah lumayan yaa nambah klik juga ke blog. Kendalanya cuman kurang konsisten ituu 🙁

    Reply
  22. Baru kepikiran nih mba untuk repurpose konten di blog ke podcast. Beberapa saat yang lalu baru aja belajar podcast, masih agak kagok saat bikin content untu podcast. Bisa pakai materi blog ternyata ya, diulik lebih dalam lagi untuk bahan nge-podcast.

    Reply
  23. Bermanfaat banget infonya mbaaak. Media sosial yang kita punya memang bisa banget dimanfaatkan antara satu dengan lainnya ya, supaya fungsi dan benefitnya bisa optimal. Masukkan ke to do list saya aah repurpose konten blognya 😀

    Reply
  24. Memang bagus nih repurpose konten, biar idenya terus berputar nggak mandeg. Cuma memang harus berpikir dan punya plan, saya sendiri masih angin-anginan nerapkan ini, kadang sudah malas duluan, kadang berhasil jadi konten baru.

    Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.