Tips Konten Blog – 10 Hal yang Perlu dilakukan Sebelum Menayangkan Artikel Blog

Tips Konten Blog – 10 Hal yang Perlu dilakukan Sebelum Menayangkan Artikel Blog

Tips konten blog – 10 Hal yang perlu dilakukan sebelum menayangkan artikel blog.

Banyak orang yang berpikir bahwa, menjadi blogger itu mudah. Tinggal nulis, lalu publish. Gampang banget ya kakak 🙂

Buat kita yang sudah (sedikit) berpengalaman menjadi blogger tentu merasakan hal yang sebaliknya.

Tidak hanya sekedar membuat tulisan yang enak dan menarik dibaca, tapi juga harus bisa merangkap kerjaan sebagai desainer grafis, fotografer, tukang riset, marketer sosial media dan seabrek pekerjaan pendukung lainnya. Di satu titik tertentu, melakukan semua hal ini tentu sangat melelahkan. Saya sendiri sering melakukannya.

Selain capek dan lelah, rasa terburu ingin segera memposting tulisan baru malah seringkali membuat poin-poin penting terlewat. Duh, gemes yaaa…

Disinilah perlu adanya panduan dan juga checklist tentang hal-hal yang harus kita lakukan sebelum menayangkan konten artikel blog.

Melalui artikel ini, kita akan menambah info dan wawasan mengenai apa saja yang perlu kita lakukan sebelum menekan tombol publish.

CEK 11 HAL BERIKUT sebelum menayangkan ARTIKEL

Outline

Yang pertama dan yang utama, bahkan sebelum kita mulai menulis adalah kita perlu membuat outline dan struktur artikel tentang apa saja poin-poin yang akan kita tulis.

Outline bertujuan agar kita tidak melupakan detail atau poin penting yang nantinya akan kita sampaikan di dalam artikel. 

Sering, tiba-tiba muncul ide untuk membuat tulisan tentang suatu hal. Eh tapi belum sempat menuangkannya ke dalam tulisan besoknya sudah lupa kita mau nulis apa.

Tips, setiap kali ada ide terlintas, catat. Entah di buku, notes, smartphone, sebagai bank ide. Ada baiknya dari satu ide dibuat outline terlebih dahulu. Tulis opsi tema dan judul serta poin-poin penting menggunakan bullet atau nomor. 

Kelihatannya memang merepotkan, tapi ini akan sangat berguna buat kita yang tidak bisa menyelesaikan satu tulisan dalam satu waktu.

Buat Judul yang Catchy

Di tengah-tengah proses menulis atau ketika tulisan sudah selesai, kita mungkin merasa judul yang telah yang ada terasa kurang “menggigit.”

Judul adalah faktor yang sangat penting karena judul adalah hal pertama yang akan menarik perhatian pembaca sebelum mereka scrolling membaca konten isi artikel.

Judul juga bisa menjadi penentu apakah pembaca akan lanjut membaca artikel, atau hanya lanjut scrolling karena judul artikel yang kurang menarik minat.

Sebegitu pentingnya judul, hingga terkadang beberapa penulis membutuhkan bantuan dari aplikasi berbayar untuk membuat judul yang menarik.

Tapi jangan khawatir, kita bisa membuat judul yang akan membuat pembaca memilih mengklik artikel kita ketika muncul di pencarian search engine Google.

Ini syaratnya:

  • Judul harus mengandung keyword atau kata kunci. Menempatkan keyword pada judul adalah hal yang sangat penting untuk SEO, jadi hukumnya wajib menempatkan keyword di judul artikel.
  • Spesifik. Membuat judul yang spesifik seperti “Ide dekorasi kamar untuk anak laki-laki” akan lebih menarik pembaca daripada “Ide dekorasi kamar.”
  • Menawarkan value. Artikel akan lebih mengundang klik dan lebih banyak pembaca jika kita menambahkan nilai atau value pastinya akan bermanfaat bagi pembaca. Contoh : Ide dekorasi kamar anak ramah kantong

Internal link adalah saat kita menempatkan link postingan artikel kita di artikel lainnya di kategori yang sama. Internal link bisa membantu menaikkan ranking artikel di pencarian dan juga mengajak pembaca untuk membaca tulisan kita yang lain.

Baca juga: Tips Repurpose Konten Blog

Sebelum menambahkan internal link, ketahui beberapa hal berikut.

Pertama, masukkan internal link artikel, jangan memasukkan link homepage dan juga halaman kontak.

Kedua, ketika kita memasukkan link artikel yang pernah dipublish sebelumnya, pastikan artikel tersebut relevan dengan artikel yang sedang kita tulis sekarang dan atau sebaliknya.

Selain internal link, kita juga bisa menambahkan eksternal link atau link keluar.

Eksternal link adalah saat kita menempatkan link situs lain ke dalam artikel. Bisa berupa link afiliasi atau link artikel informasi yang belum tersedia di blog kita.

Eksternal link akan membuat konten kita lebih bernilai untuk pembaca. Dengan mengarahkan pembaca ke situs lain yang menyediakan informasi pendukung yang berkualitas, kita membantu pembaca untuk memperluas pengetahuan dan informasi terkait topik dan konten yang kita tulis.

Eksternal link juga bisa meningkatkan dan mendukung optimasi SEO. Menambahkan eksternal link dari situs yang relevan, authoritative dan berkualitas bisa meningkatkan ranking situs kita.

Percantik dengan Gambar

Untuk membuat konten yang menarik pengunjung, tulisan saja tidak cukup. Kita perlu menambahkan gambar dan juga infografis jika diperlukan untuk menunjang isi tulisan dan sebagai “jeda” antar paragraf.

Pakai Canva untuk membuat tampilan blog banner dan infografis sehingga konten artikel menjadi lebih menarik secara visual.

Klik image di bawah ini untuk mencoba gratis Canva Pro 30 hari.

optimalkan gambar untuk SEO

  • Ubah nama gambar menjadi nama file yang mengandung keyword. Contoh: nama file sebelumnya image01 menjadi contoh-kamar-anak.
  • Tambahkan alt text atau alternative text. Alt text adalah text yang akan muncul saat pembaca mengalami kendala koneksi dan gambar tidak bisa muncul. Alt text akan memudahkan pembaca untuk memiliki gambaran tentang apa yang ingin kita visualisasikan di konten artikel.

Menanyakan pertanyaan di akhir postingan

Memberi pertanyaan kepada pembaca di akhir artikel adalah cara yang brilian untuk mengajak pembaca berinteraksi melalui kolom komentar. Pembaca bisa menanyakan hal-hal terkait artikel yang kita tulis dan kita harus menjawab pertanyaan dari pembaca. Ini akan membuat pembaca merasa opini mereka penting dan tahu, kita menghargai opini mereka.

Optimasi SEO

Ini adalah hal yang tidak boleh terlewatkan.

Jika ingin blog memiliki traffic dan pengunjung yang banyak, selain membuat konten yang menarik, kita juga perlu menerapkan SEO (search engine optimization). 

Beberapa tips untuk mengoptimalkan SEO

  • Pastikan menggunakan kata kunci utama dan kata kunci sekunder 10-20x dalam satu artikel
  • Gunakan keyword di judul
  • Gunakan keyword sebagai judul gambar
  • Masukkan keyword di alt text untuk gambar
  • Masukkan keyword di snippet

Untuk pengguna WordPress, bisa menggunakan aplikasi atau software untuk membantu kamu mengoptimalkan SEO seperti Rank Math atau Yoast.

CTA (Call to Action)

Next, pastikan artikel dan konten yang kita buat memiliki CTA (call to action) yaa. CTA adalah faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

CTA adalah pesan – biasanya dalam bentuk tombol (button) atau link atau form untuk mendaftar-  yang akan mendorong pembaca untuk melakukan “action”.

Misalnya: kita membuat artikel review suatu produk dan ingin mengajak pembaca untuk membeli produk tersebut. Kita bisa menambahkan CTA berbentuk tombol dengan ajakan (tulisan) BELI SEKARANG.

Beberapa tips membuat CTA yang baik

  • Harus jelas dan tidak ambigu. Jangan menggunakan jargon
  • Fokus pada apa yang akan memberikan manfaat secara langsung bagi pengunjung
  • Jangan gunakan kalimat pasif, gunakan kalimat aktif

Meta Deskripsi

Meta Deskripsi adalah ringkasan kecil yang akan muncul jika kita mencari sesuatu menggunakan Google.  Contoh seperti di bawah ini:

Contoh Meta Deskripsi

Jika kita mengetik keyword tertentu di Google, maka akan muncul link website beserta ringkasan singkat yang berisi keyword yang kita cari. Ini tidak otomatis. Kita harus memasukkan ringkasan (snippet) melalui dashboard artikel. Gunakan plugin Yoast atau Rank Math untuk memudahkan kita membuat meta deskripsi. 

Proofread

Hal terakhir yang harus dilakukan adalah proofread, atau membaca ulang dan melihat apakah ada kalimat atau paragraf yang perlu di edit lagi. 

Tips proofread

  • Jangan terlalu bergantung pada aplikasi autocorrect. Boleh digunakan, tapi tetap harus di cek ulang ya.
  • Proofread di pagi hari. Ini adalah saat dimana otak masih fresh dan bisa memberi lebih banyak perhatian pada detail tulisan.
  • Baca dengan keras. Ini akan membantu kita menemukan error atau kalimat yang kurang luwes.
  • Beri jeda waktu antara menulis dan proofread. Jangan langsung proofread dan publish begitu selesai menulis. Selama jeda waktu sebaiknya hindari aktivitas yang berhubungan dengan menulis.

Jika sudah melakukan 10 langkah di atas, siap-siap untuk menekan tombol “publish.”

Memang terlihat seperti pekerjaan yang menyita waktu untuk sekedar sebuah artikel. Demi kualitas konten, berjuanglah!

Punya tips lain tentang apa yang harus dilakukan sebelum publish tulisan kita? Share di kolom komen ya!

Leave a Comment